Tanggal 12 Desember 2022 lalu, berbagai lokapasar kembali menggelar promosi Harbolnas. Festival belanja daring yang diprakarsai E-commerce Indonesia (IdeA) sejak 2012 itu kembali menunjukkan angka penjualan yang cukup tinggi. Pesertanya bukan lagi enam lokapasar perintisnya yang meliputi Blanja, PinkEmma, Berrybenka, Blanja, Bukalapak, Lazada Indonesia dan, Zalora. Toko-toko luring pun mengambil momen Harbolnas untuk meningkatkan penjualannya.
Menariknya, tahun ini TikTok pun meramaikan Harbolnas. Kalodata menunjukkan pendapatan di Tiktok pada 12/12 mencapai Rp262,84M. Kategori perawatan dan kecantikan menyumbangkan pendapatan terbesar senilai Rp78,83M. Kategori lainnya mengikuti yaitu pakaian dan pakaian dalam wanita Rp41,96M, fashion muslim Rp24,18M, pakaian dan pakaian dalam pria Rp14,36M, separu Rp12,32M, dan telepon & elektronik Rp14,75M.
Keesokan harinya pendapatan di Tiktok menurun drastis di angka 24,01M namun hari-hari berikutnya cukup stabil di angka ratusan juta rupiah. Kemungkinan warganet sudah habis-habisan belanja saat Harbolnas sehingga di tanggal 13/12 kuota dana untuk belanja sudah mencapai batas. Meskipun begitu, kategori perawatan dan kecantikan tetap menduduki pucak pendapatan sekitar 8,24T.
Harbolnas yang bertepatan dengan hari Senin pun sepertinya turut memengaruhi grafik pendapatan di Tiktok. Senin awal pekan. Pada umumnya orang mulai belanja dan lainnya di hari Senin. Data Kalodata menunjukkan Rabu (14/12) hingga Sabtu (17/12) pendapatan TikTok masih cenderung tinggi. Rabu (14/12) pendapat TikTok Rp205,89M, Kamis (15/12) Rp221,67M, Jum’at (16/12) Rp151,43M dan Sabtu (17/12) Rp173,82M.
Pada Desember 2022, pendapatan TikTok kembali mencapai titik tertinggi di akhir bulan yaitu Rabu (28/12) senilai Rp182,62M dan Jum’at (30/12) Rp193,75. Hari-hari gajian mungkin jadi faktor pemicunya, terutama tanggal 30 Desember. Pada umumnya para karyawan sudah menerima gaji pada tanggal tersebut hingga ada alokasi untuk berbelanja secara daring.
Fitur belanja di TikTok baru muncul pada Januari 2022. Sayangnya kegiatan belanja hanya dapat berlangsung memalui aplikasi saja. Bisa jadi tahun 2022 merupakan ajang uji coba bagi TikTok. Tahun depan mungkin belanja sudah bisa dilakukan melalui aplikasi di ponsel maupun dekstop. Bukan tidak mungkin juga TikTok akan menggarap lebih serius festival Harbolnas berdasarkan antusias belanja penggunanya di tahun 2022.





Komentar
Posting Komentar