Mengenal Lebih Dekat Riset Pengembangan Produk Media Kreatif

pelatihan riset pak rachman

Pada hari Jumat, 10 Maret 2023 lalu, diadakan Training R&D dan dihadiri oleh 12 peserta dari berbagai entitas Syaamil yakni R&D, SMI, SEA dan Marketing. Pelatihan lebih banyak menjelaskan mengenai permasalahan industri dunia kreatif dan bagaimana cara pandang riset dalam mengembangkan produk media kreatif. 

Pak Rachman Ridhatullah mengawali acara pagi itu dengan menyampaikan permasalahan umum yang sering terjadi, salah satunya adalah setelah berlelah-lelah atau capek-capek membuat produk, tapi tidak nyambung dengan kebutuhan konsumen? WHY? Konsumen ngga butuh itu.

Yang harus dibetulkan adalah intuisi insight/wawasan mengenai dunia perilaku konsumen. 

Pak Rachman mengatakan bahwa, "Kita harus memiliki kesadaran literasi konten, misalnya konsumen punya masalah apa, jadi itu yang ditawarkan. Salah bila membuka atau pertama kali dengan harga produk. Semestinya konsumen dibangun dulu HOW nya mengapa harus memiliki produk tersebut. 

Masalah dia apa, yang bisa kita kasih solusi lewat buku sirah yang kita punya. 

HC merekrut orang profiling secara administrasi dan kompetensi nyambung. Maka relevansi materi pelatihan riset ini dengan pekerjaan lain tentu ada. 


Tahap Pengembangan Produk Media Kreatif 

Riset pengembangan produk media kreatif idealnya melewati beberapa tahap yaitu:

  1. Marketing: dia yang mengalami tahu pasar atau industri atau kompetitor
  2. R&D: What to say product 
  3. Creative development how to say konten 
  4. Creative production 
  5. Human Capital dan Legal 
  6. Commercial - Teaser kebutuhan produk 

Milestone 8 dari 13 riset 

*

Sebuah ilmu dasar bahwa riset merupakan keterampilan dasar untuk bidang apapun. Riset juga digunakan untuk mempermudah closing

Riset yang termudah adalah ide dari bangun tidur sampai tidur lagi. Kreatif untuk feeling itu bagus sekarang.

Realitanya, konsumen makin susah dibujuk untuk beli produk. Sedangkan kompetitor memberi harga yang lebih murah.  

Berdasarkan fakta Syaamil di tahun 2020, 2021 dan 2022 omset bagus justru saat pandemi.  Namun pada tahun 2022 omset mengalami penurunan / jeblok omset internal. Ternyata faktanya kita mengabaikan perubahan yang terjadi di konsumen. 

Perubahan pada konsumen apa? Data pasar apa? 

Covid gak ada. Tersiar kabar itu dan ramai-ramailah penerbitan mencetak buku, mencetak Quran, tapi ternyata orang-orang lebih memilih jalan-jalan, nonton konser, hiburan akhirnya stok Quran dan buku banyak, dan otomatis harga menjadi turun. 

Jadi kita mesti aware ke depannya tahun 2023 dan 2024 rame apa nih?  


RISET PENGEMBANGAN PRODUK 

Riset metodologi sosial, riset metodologi statistik 

mencari jawaban dari masalah 

Re: ulang + search: mencari = mencari ulang 

Riset: sebuah upaya untuk mencari ulang (menemukan kembali) jawaban atas suatu permasalahan 

Contoh: kriteria calon "suami ideal" saat masih gadis 10 tahun yang lalu, dengan sekarang misal 10 tahun setelah menikah, tentu berbeda keadaannya. 

Dulu bisa jadi punya kriteria mapan, ganteng sekarang misal kriterianya ganti jadi ingin yang sholeh. 

Cari ulang terus perubahan konsumen. Mood berubah terus. 

Selera Al Quran dulu mungkin seperti ada kaligrafinya dan seterusnya.  Bisa jadi selera visual sekarang berbeda. Selera kata-kata juga berubah. Selera konsumen berubah makin muda-muda mereka. Maka kita perlu updating informasi. Apa yang dirasakan konsumen, apa yang dipikirkan, apa yang dilakukan. 


Generasi usia sekarang 40 tahunan mungkin akan bilang Syaamil Quran itu bagus. Tapi bagaimana dengan usia 25-40 sekarang?

Antar generasi bagaimana?

Apa jangan-jangan mahasiswa atau 25 tahun ke bawah kenal juga belum? Lebih memilih brand kompetitor. 

*

pengembangan produk


Pengembangan produk bisnis mau berkembang. Bikin produk baru.

Saat ini masyarakat Indonesia yang bekerja, bekerja sampai malam, terkadang jam 11 malam baru sampai rumah. Hal ini membuat Kalbe Farma berpikir apa yang bisa membuat capek fisik bekerja tapi paginya bisa tetap fit. Akhirnya keluarlah vitamin menghilangkan rasa lelah keluarlah produk "Vatigon". 

Kemudian muncul lagi masalah, kalau kecapekan banget bekerja, tapi ingin tenaga full 150-200% jadi gimana? Kalbe Farma mengeluarkan produk "Vatigon Spirit". 


Mengembangkan produk baru mengisi masalah real kebutuhan pasar.

Setiap keluar produk baru maka harus ada profiling usia psikografi. Hal itu akan mempermudah marketing dalam memasarkan. 

Jadi yang mesti diupayakan itu adalah Pengembangan produk baru, JANGAN varian baru, misal vatigon spirit. Buat quran baru kaplingnya masing-masing, ikannya jelas 

Begitu pula dengan properti konsep perumahan lokasi menentukan, harga bisa tinggi jika di kota 

Media kreatif 

media kreatif


Arti kata media adalah ada yang dihubungkan satu sama lain. 

Pilihan media juga ada tujuan yang ingin dicapai. Misalnya mic. Ada tujuan, yang jauh masih kedengeran 

pinjem buku, ada surat 

Cara kita ngomong menentukan siapa kita. kreatif. Kalau sama aja, berarti nyontek 

Mengembangkan solutif, visioner, intuitif, imajinatif dan lateral (cara berpikir yang lompat-lompat "gak linear") 

Produk lain misal yang membuat orang-orang butuh adalah AQUA. Dulu aneh air dikemas itu. Tapi lihat sekarang bisnis air kemasan itu dimana-mana. 

Produk yang nge-drive masyarakat produk air dikemas. Sehingga sekarang semua butuh minum yang dikemas. 

Selain itu air minuman isotonik gatore dulu sekarang kita kenalnya Pocari. 

Dulu kebutuhan belum muncul. 


Informasi sekarang pabalatak. Lalu Validasinya (menguji kebenarannya) gimana? Datang ke profiling misal produk remaja. 

Gratisan sifatnya lama harus setiap hari re-search. 

Ajak ngobrol remaja Al Hifz ada kesulitan sample produk 2-3 hari apa kekurangan produk testing 

Kalau perlu blind test. Jadi produk tapi tidak ada logo dan murni produknya saja. Yang mengujikan juga harus netral.

Riset perlu pengetahuan teknis. Jangan sampai metode yang digunakan salah. Harus punya standar riset biar objektif 


Yang menjadi catatan: 

- Jangan bayangkan riset itu rumit, lama, mahal

- Riset itu "tinggal nanya"

- Metode riset itu bayangkan saja "Mudah, murah dan cepat" 


Needs, Wants dan Demands (consumer) 



Need keharusan | Wants harapan 

Mislead dalam kebutuhan konsumen 

Need: kebutuhan yang melekat ingin puaskan langsung, misalnya haus minum produk. Lapar ya makan apa yang ada. TAPI terkadang saat ini orang-orang kebanyakan mengkonsumsi sesuatu karena Wants: air apa yang diinginkan. jadi Wants menurut orang riset adalah Konsep produk 

- Buku sirah apa yang kita bidik? 


Creative yang berbasis industri 

R&D bisnis bukan sekadar kebutuhan, tapi juga keinginan. Menjawab keinginan 

Terkadang orang ingin makan biasa. Tapi menjawab keinginan itu, ingin makan di tempat yang nyaman memorable jadi solusinya cafe suasana, harga. Menyesuaikan wants buat need 

Bekerja itu kebutuhan. Kantor seperti apa? Itu keinginan. Ketika sudah lama, maka itu sudah menjadi kebutuhan. 

Pelembab wajah misalkan berfungsi Membersihkan, melembabkan, melembutkan. Dari atas sampai kaki. Sekarang mah udah Wants bukan Need lagi. 

Mau jadi anak gaul? Pakai baju ini  Menghafal yang bagaimana? Menghafal Al Quran semudah tersenyum sehingga Wants kebahagiaan: Menghafal jadi anak sholeh 

Kebiasaan (usage), sikap (attitude), bagaimana konsumen melihat produk (imagery

TAM: Market yang besar | Jumlah masyarakat Indonesia sebesar 273 juta penduduk, 86% muslim 


Kebiasaan beli Al Quran berapa bulan sekali?

  1. Potensi berapa besar 
  2. Biasa berapa produk berapa kali 
  3. Di market, kita berapa persen menguasai pasar?
  4. Brand kita dibeli berapa kali?
  5. Brand market share 
  6. Potensi bisnis market 

Boleh masuk, tapi literasinya harus bagus. Konsumen siap ga beli itu? 

Buku Rekomedasi Riset 

Buku yang jadi rekomendasi banyak bisa searching, tapi yang bisa lebih digali adalah berkaitan dengan Market Research dan New Product Development 


Cara Pola Pikir Orang Riset 

Mengapa harus Riset? 

Karya kolektif, produk sukses bareng-bareng 

Saling punya kontribusi 


Cara berpikir orang riset: 

  1. Punya data 
  2. Biasakan cari pembanding. Misal metode yang dilakukan. kapan dan dimana. Perbandingan dilakukan untuk lebih valid (antara kualitatif dan kuantitatif). Cari metode. Sama, waktu sama saiapa yang ngelakuinnya. Kapan? cari yang terbaru usianya, misal hasil skripsi tahun terakhir, dan seterusnya. 

Kalau ada kesalahan gimana? 

  1. Jalani SOP 
  2. sering ngumpul 
  3. Marketing - R&D - Produksi - Support - Finance - Komercial 
Demikian hasil Pelatihan riset. (Sri Al)

Komentar