Konten dalam majalah SWA edisi XXXIX memiliki tema "Bisnis Beauty
Care" Berebut Kemilau Pasar Kosmetik dan Skincare bernilai sekitar Rp 60
Triliun.
Jika bicara tentang produk beauty care (perawatan kecantikan), mungkin top of mind kita ialah Wardah dan MS Glow. Ternyata di luar dua nama itu kini meroket sejumlah brand lain yang makin berkibar di jagat e-commerce. Di antaranya, Avoskin, Somethinc, Azarine, Whitelab, Scarlett, Emina, Bio Beauty Lab, Erha, dan Sensatia Botanicals. Dan mereka pun telah mendulang sukses dalam penjualan.
Ambil contoh merek skincare Somethinc. Menurut catatan Compas
(perusahaan teknologi yang memiliki mesin pengumpul data transaksi di
e-commerce). Somethinc berhasil mencatat penjualan Rp 53.2
miliar hanya dalam periode April-Juni 2022 (tiga bulan) untuk transaksi
di official store Shopee dan Tokopedia.
Contoh lainnya, Scarlett, yang pada periode yang sama mencatat penjualan Rp 40.9 miliar. Diikuti Avoskin Rp 28,0 miliar, Whitelab Rp 25,3 miliar, Azarine Rp 22,8 miliar, Erha Rp 11,5 miliar. Emina Rp 7.4 miliar, dan Bio Beauty Lab Rp 5,7 miliar. Adapun nilai transaksi MS Glow dan Wardah masing-masing sebesar Rp 29.4 miliar dan Rp 18,3 miliar.
Itu gambaran potret tiga bulan, yang nilainya berlipat lagi jika yang
ditampilkan potret satu tahun selama 2022. Angka di atas juga hanya mewakili
nilai penjualan di official store di Shopee dan Tokopedia, belum ditambahkan
penjualan di non-official store, juga belum ditambahkan penjualan di e-commerce lain
ataupun penjualan lewat jalur offline, seperti melalui reseller,
toko offline, dan salon kecantikan.
Yang pasti, andil dari merek-merek di atas, plus kontribusi dari ratusan
merek lainnya, telah mendongkrak nilai pasar bisnis beauty dan personal care di
Indonesia. Dari data crawling yang dilakukan Compas pada e-commerce Shopee
dan Tokopedia, nilai penjualan produk beauty dan personal care pada periode
Januari - November 2022 mencapai Rp 22,1 triliun. Angka sebesar itu mencakup
penjualan kategori perawatan wajah, perawatan tubuh, perawatan rambut, paket
kecantikan, dan kosmetik wajah.
Menunjuk data yang dilansir Statista (portal global untuk statistik dan data
pasar), nilai pasar produk kosmetik, perawatan kulit, dan deodoran
cosmetic, skincare dan deodorant di Indonesia mencapai US $4.15 miliar
pada 2022 atau setara dengan Rp 63.7 triliun (kurs Rp 15.358/dolar AS).
Dibandingkan tahun 2021, angka ini mengalami peningkatan 17,8%. Nilai pasar
terbesar ditempati produk skincare (US$ 2,05 miliar), disusul kosmetics (US$
0.49 miliar).
Jika disatukan dengan produk personal care yang mencakup haircare, shower & bath, oralcare, dan shaving, nilainya lebih fantastis. Data yang dikeluarkan Statistica menyebutkan, nilai pasar personal care pada 2022 mencapai US$ 3,57 miliar. jadi secara keseluruhan nilai pasar beauty dan persona care di Indonesia mencapai US$ 7.62 miliar atau seetara dengan Rp 117.27 triliun dengan menggunakan nilai kurs yang sama.
Fenomena menarik lain, umumnya merek-merek yang kini telah mencetak
penjualan puluhan bahkan ratusan miliar rupiah per tahun itu dikembangkan oleh
usaha sekelas startup atau UMKM, yang kini tumbuh makin kokoh menjadi rising
siar di bisnis kosmetik dan skincare.
Pemain bisnis kosmetik di Indonesia
|
No |
Nama Perusahaan |
Nama pendiri pemilik |
Merek |
Keterangan |
|
1 |
PT Vitapharm |
1962- Tionghoa |
Viva Kosmetik |
1.
Menaungi sekitar 700 karyawan, serta memiliki pabrik yang telah
mengantongi sertifikat CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik). 2.
Mengembangkan Official Store Viva Cosmetic di berbagai market place
seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibi, dan lain-lain. 3.
Melakukan pemasaran produk di Instagram, Facebook, Twitter, Youtube
serta situs Vivacosmetic.com, |
|
2 |
PT Kimia Farma Tbk |
1971 - … |
Marcks dan Venus |
-
Bedak Marcks mulai diproduksi tahun 1971. -
Tersedia di market place Kimia Farma, Official Store, Kimia Farma
Apotek, serta Kimia Farma Mobile. -
Aktif di media sosial seperti instagram, facebook dan youtube, serta
berkolaborasi dengan beauty blogger, artis dan brand ambassador -
Mengembangkan klinik kecantikan (Marvee Clinic) yang telah ada di tiga
kota, yakni di Jakarta, Bogor dan Bandung. |
|
3 |
PT Marlino Barloo |
1977 Dr. HC. Martha Tilaar (Alm) |
Martha Tilaar (Sariayu, Biokos, Mirabella, PAC, dll) |
-
Menaungi karyawan sebanyak 295 karyawan sejak 285 karyawan (2021), serta
memiliki pabrik di Pulogadung Industrial Estate. -
Produk telah tersebar di lebih dari 10 negara di seluruh dunia seperti
Malaysia, Singapura, Jerman, Rusia, dll. -
Memiliki gera-gerai Martha Tilaar shop, mengembangkan www.marthashop.com, serta menjajaki marketplace seperti Lazada, Blibi,
Tokopedia, Shopee, dan sebagainya. |
|
4 |
PT Mustika Ratu Tbk |
1978 Mooryati Soedibyo |
Mustika Ratu |
-
Menaungi karyawan sebanyak 1.410 karyawan (2021), serta memiliki pabrik
yang berlokasi di Ciracas, Jakarta Timur -
Membentuk divisi untuk distribusi nasional (KFTD & IGM) untuk
channel farmasi yang berizin. -
Melakukan penunjukan Distribusi SDN untuk mengelola Channel General
Trade & Modern Trade wilayah Jawa -
Melakukan penjualan online, serta berpartisipasi dalam kegiatan Beaty
Yearly Event seperti JFW |
|
5 |
PT Paragon Technology and Innovation |
1985 Dr. Dra. Hj Nurhayati Subakat, Apt |
Wardah, Make Over, Emina, Kahf, Labone |
-
Memiliki 11.000 karyawan serta 32
distribution center di Indonesia dan Malaysia, serta 17.000+ reseller -
Memiliki pabrik di Kawasan Industri Jatake Tangerang dengan kapasitas
produksi lebih dari 15 juta pieces produk personal care dan make up per
bulannya -
Menghasilkan lebih dari 300 inovasi produk, serta memperluas ekspansi di
Malaysia pada tahun 2021 -
Meluncurkan brand commerce Wardahbeauty.com, serta bermain di
social-commerce. |
|
6 |
PT Victoria Care Indonesia Tbk |
1988 Billy Hartono Salim |
Miranda, Harborist, Nuface, Victoria |
-
Memiliki pabrik bersertifikasi GMP di Semarang. -
Telah mengeksplor sebagian besar produknya ke negara-negara di Asia,
seperti Jepang, China, Korea Selatan, dan lain-lain -
Memiliki 30 distributor yang tersebar di seluruh Indonesia, serta 3000
outlet, dengan pedagang grosir tradisional, ritel tradisional dan pengecer
modern |
|
7 |
PT Kino Indonesia Tbk |
1991 Harry Sanusi |
Ellips, Sasha, Ovale, Ristra, Abstract, dll |
-
Menaungi 5.330 karyawan (2021), serta di pabrik dengan 2 diantaranya
memiliki 89 lini produksi. -
Memiliki 30 kantor cabang, 349 distributor lokal, dan 43 distributor
internasional. -
Produk tersedia di berbagai distributor besar, hypermarket, supermarket,
minimarket, toko kecantikan, serta pasar tradisional. |
|
8 |
PT Gloria Origita Cosmetics |
1993 |
Purbasari, Kanna, New Cell, Amana, Clean Face,
Origita dan Haneul |
-
Memiliki 992 karyawan, 86 distributor, 75.417 outlet, dan pabrik
sekaligus pusat logistik di Kabupaten Bogor. -
Selain pasar domestik, PT GOC juga mengeskpor produk-produk produknya ke
Asia dan Afrika. |
|
|
|
|
|
|



Komentar
Posting Komentar