Mengenal Metode Jariyah - Jari Hijaiyah


Metode Jariyah 



Hasil riset dari Institut Ilmu Al Quran (IIQ Jakarta), menyebutkan bahwa dari jumlah penduduk Muslim Indonesia sebesar 227.226.000 (227 juta) jiwa, orang yang bisa membaca Al Quran hanya segelintir saja. 

Jumlah yang bisa membaca Al Quran sebesar 79.5 juta atau dalam angka sebanyak 35%. Sedangkan orang yang belum bisa membaca Al Quran berjumlah 147.7 juta jiwa atau sebanyak 65%. 

Kesimpulannya adalah penduduk Muslim Indonesia 65% belum bisa membaca Al Quran. 

Ustadz Heri menyebutkan bahwa syarat bisa baca Al Quran adalah 
1. Mengetahui huruf hijaiyah dengan berbagai bentuknya 
2. Mengetahui tanda baca dengan berbagai tanda bacanya 




Sebagai ikhtiar untuk bisa mendidik dan juga merangkul segmen yang belum bisa baca Al Quran, maka perlu diajarkan sebuah metode yang mudah dan dapat membuat mereka belajar dengan cara yang mudah dan menyenangkan. 

Pada hari Rabu, 7 Mei 2023, Syaamil Quran bekerja sama dengan Ustadz Heri memperkenalkan Metode Jariyah kepada RSQ (Rumah Syaamil Quran). Peserta adalah RSQ berdomisili di seluruh Indonesia, dan yang hadir diantaranya ada dari RSQ Medan, Surabaya, dan lain sebagainya. Total dari jumlah RSQ sebanyak 1000-an, sayangnya yang ikut berpartisipasi dalam zoom Metode Jariyah ada sekitar 40-70 orang.

Ustadz Heri Kiswanto kelahiran 1988 ini menjelaskan tentang metode jariyah adalah singkatan dari "Jari Hijaiyah" dan dengan metode jariyah ini seperti namanya bermaksud agar dapat mengalir kebaikan. 

Ustadz Heri membagi Metode Jariyah dalam kelompok 1 Huruf Lengkung bertitik 



- Kelompok 1 Huruf lengkung bertitik 
nun, ya, tsa, ba, ya 

- Kelompok 2 Huruf Berdiri 
kaf, lam, dal, dzal, hamzah a, alif 

- Kelompok 3 Huruf Gelombang 
ha, kho, jim, ain, ghoin, sin, syin, ro, zay/za 

- Kelompok 4 Huruf Bulatan 
shod, dhod, tho, dho, ha', fa', qof, mim, wau, ta  

Inti metode jariyah 



a. Aktivasi bentuk huruf - aktivasi setiap kelompok huruf hijaiyah dengan berbagai bentuknya
b. Aktivasi tanda baca - Mengetahui cara baca huruf dengan berbagai tanda bacanya 
c. Konsistensi irama - menggunakan standar irama bacaan dari awal hingga akhir pembelajaran 
d. Contoh kata di Al Quran - contoh kata/ kalimat langsung dari penggalan ayat Al Quran 





Saat memperkenalkan metode Jariyah ini, mudah dipahami dan mengandalkan metode kinestetik untuk mengingat huruf menggunakan jari-jari. 






Langgamnya seperti ini 

Nana nini nunu naninu naninu 
Tata titi tutu tatitu tatitu 
tsa tsa tsi tsi tsu tsu tsa tsi tsu tsa tsi tsu 
Ba ba bi bi bu bu ba bi bu ba bibu 
yaya yiyi yuyu yayiyu yayiyu 

Sepanjang pembelajaran peserta antusias dan ikut mencoba latihan dengan metode jariyah ini. Mereka pun mengungkapkan merasa senang dan mudah menangkap pembelajaran metode jariyah ini. Jika metode ini digunakan, bisa jadi orang-orang akan bisa menangkap karena menggunakan jari yang bisa mudah dapat ingat. 

Pada saat digabung dengan huruf-huruf lain, masih mudah dipahami. Tapi pada saat diaplikasikan ke sebuah surat agak susah juga. Ya, mungkin karena ini pelatihan baru sekali tentu belum tentu bisa langsung bisa. Harus berulang belajarnya dan konsisten ngajinya. 



Kesimpulan Metode Jariyah 

  1. Review Metode Jariyah ini mengandalkan metode kinestetik untuk mengingat huruf menggunakan jari-jari. 
  2. Bisa dan mudah dipahami
  3. Telah dilakukan pembelajaran Metode Jariyah kepada RSQ di seluruh Indonesia, dan mendapat respon positif dan bisa dilakukan untuk pembelajaran Al Quran

Komentar