Metode Demaji DEMAM NGAJI


Metode Demaji adalah sebuah metode pembelajaran Al Quran yang dimulai dengan mengenal huruf-huruf hijaiyah. Metode Demaji adalah singkatan dari DEMAM NGAJI. 

Dalam pembelajarannya, metode Demaji mengandalkan simbol atau huruf dan dikaitkan dengan sesuatu misalnya hal-hal terkait perangkat makan dan makanannya. Metode Demaji cocok dipelajari untuk pembelajar yang memiliki gaya belajar Visual. 

Penggagas Metode Demaji adalah Abu Rabbani, dan dalam pengenalannya dikenalkan oleh trainer-trainer Demaji sendiri, pada kesempatan ini adalah diajarkan langsung oleh Ustadz Wahyu. 

Ustadz Wahyu mengajarkan kepada Pak Erward yang merupakan seorang Muallaf dan Pak Erward mengaku tidak ingin tahu hurufnya saja, tapi ingin sampai bisa membaca Al Quran-nya juga. 

Tagline Demaji sendiri yaitu "90 Menit Bisa Baca Al Quran dari Nol" (dari yang tidak bisa baca sama sekali). Ini merupakan penyemangat, meski tidak semua pasti bisa langsung bisa membaca tetapi memerlukan proses. 

Metode Demaji 


Saat pembelajaran dimulai, Metode Demaji ini dikaitkan dengan seorang tokoh bernama Demaji. Ustadz Wahyu mengungkapkan, "Kita bercerita bahwa Demaji ini seorang tokoh anak yang sedang menjelajah untuk belajar Al Quran dengan Jelajah Ruang Makan. Disana ada sendok, nasi, lauk pauk. Nah, ada clue-clue seperti huruf ba." 


"Ustadz Wahyu juga mengatakan bahwa salah satu yang membuat kadang orang merasa sulit membaca Al Quran, huruf hijaiyah ada alfabet. Bentuknya sendirian kayak ada piring. Dan akhirnya Ustadznya mengenalkan, dan harus ada clue."



Ba clue nya "Satu Bakwan di Bawah Piring" dibacanya "Ba" 

Na clue nya "Sekepal NAsi di atas piring." dibacanya "Na" 

TA clue nya "Dua TAhu di aTAs piring" dibacanya "Ta"

YA clue nya "YA dua tahunya jatuh ke bawah" dibacaya "Ya" 

TSA clue nya "Dikasih bonusTS TSAtu" bunyi suara dengan menyentuhkan ujung lidah ke dinding 2 gigi seri atas dibaca "TSA" 


Pembelajaran selanjutnya yakni berlanjut ke alam. Bermain di ada yang mancing yaitu Kakek Ofa. Perlu ingatan kuat untuk langsung tahu huruf-hurufnya. 


Kesimpulan 

  • Menurut saya agak sulit diterima untuk orang tua kelihatannya karena mengandalkan visual harus ingat dengan visual dan perlu fokus tinggi. 
  • Karena satu kali training dijejali untuk langsung mengingat banyak huruf dalam bersamaan rasanya agak kesulitan. Kecuali bisa langsung berlatih satu huruf, satu huruf dan langsung latihan, seperti hal nya Iqro. 
  • Bisa diujikan ke anak yang memiliki gaya belajar Visual. Untuk anak-anak bisa jadi lebih mudah dalam menangkap dan memahami Metode Demaji ini.


Komentar